portal

Mengajak Anda memungut hikmah, membentangkan jembatan, dan mengabarkan kasih sayang.

4 Pertanyaan untuk Remaja

Fatih Zam   Jumat, 28 Juni 2013, 09:00 WIB

 


rrsonline.org

MIZANMAG.COM - Menjadi remaja memang susah-susah gampang. Fase yang sering dikenali sebagai fase pasca anak-anak ini membuat korban-korbannya “bingung” dengan sekian banyak hal yang harus dipahami, pelajari, jalankan; namun, seiring dengan itu, datang pula berbagai sebab untuk ambil langkah tidak peduli untuk semua itu.

 

Misalnya... jati diri. Jati diri yang kompleks, jati diri yang berjalin kelindan dengan rumitnya hidup itu sendiri. Sering, sebagian remaja menjadi terlalu instan dan tidak pernah mengkhususkan waktu untuk merenungi jati dirinya. Padahal, membicarakan jati diri sama halnya dengan membicarakan masa depan. Sentral kehidupan! Kita adalah apa yang kita pikirkan. Ketika jati diri tidak terkonsep dengan benar, apakah masa depan akan terkonsep dengan benar?

 

Dengan kata lain, usia remaja adalah fase di mana identitas harus dimenangkan. Jika tidak, kebingungan peran akan menjamah, mengontrol, dan menghancurkan kita.

 

Clara Istiwidarum Kriswanto, alumni Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) menuturkan, “Mereka yang fool adalah remaja yang mengikuti semua tren terbaru dan punya banyak teman, tanpa mengetahui apa sebenarnya yang diinginkan.”

 

Kenyataannya banyak remaja yang begitu. Ini disebabkan remaja tersebut belum menemukan identitasnya. Dia masih labil. Masih butuh banyak masukan. Ketika ini tidak dilakukan, maka mereka akan semakin terjerumus dalam ketidakpastian. Akibatnya? Bisa ditebak. Rokok, narkoba, pergaulan bebas, dan perilaku-perilaku tidak layak lainnya.

 

Dengan demikian, diharapkan para remaja mampu segera menemukan identitas dirinya. Jika tidak, pertumbuhan mental mereka akan terganggu. Mereka perlu segera untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti:

 

“Siapa sih, aku?“

Aku di sini dapat didefinisikan ke dalam berbagai bentuk identitas. Seperti aku sebagai seorang pelajar, aku sebagai anggota keluarga, aku sebagai teman, sebagai calon penerus bangsa, dan bahkan, aku sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

 

“Apa sih, tujuan hidupku?”

Kita harus tahu hidup kita untuk apa. Di mana titik akhir kita, pos pemberhentian untuk selama-lamanya. Dengan memikirkan akhir, kita akan lebih mengerti bagaimana hidup ini dijalankan.

 

Apa sih, prinsip hidup kita?”

Prinsip ini bisa bermacam-macam. Nah, semakin kita setia pada prinsip hidup kita, semakin kita dikatakan sebagai orang yang mempunyai integritas. Kita juga dituntun untuk bersungguh-sungguh dalam hidup ini, sebab tidak akan mendapat apa-apa orang yang tidak berusaha apa-apa. Kita juga punya komitmen yang jelas; sebab satu hal yang membedakan kita dengan anak-anak adalah keberanian mengambil komitmen dan menjatuhkan pilihan.

 

“Apa sih, cita-cita kita?”

Kita harus punya cita-cita! Dengan demikian, hidup kita tidak melantur. Cita-cita ini bisa berdasarkan hobi, minat, aktivitas, selama tidak melanggar batas kebenaran. [diolah dari majalah LOOK]

 

 

 

 

 

 

 

 

denger
“Berjalanlah dengan penuh percaya diri menuju arah mimpimu. Hiduplah hidup yang telah kau impikan.”

―Henry David Thoreau

mizandotcom MizanMag

Facebook Mizanmag

Find Us: