portal

Mengajak Anda memungut hikmah, membentangkan jembatan, dan mengabarkan kasih sayang.

Masjid Sahaba, Jadi Sahabat Muallaf Prancis

Fatih Zam   Selasa, 02 Juli 2013, 11:00 WIB

 


 trouvetamosquee.fr

MIZANMAG.COM - Di Jakarta, peristiwa masuk Islamnya seorang nonMuslim, mungkin tak asing lagi. Salah satunya pemandangan yang kerap terlihat di Masjid Sunda Kelapa. Tidak sedikit orang asing, baik asli maupun keturunan, yang mengucapkan kalimat syahadat dan resmi menjadi Muslim di sana.

 

Akan tetapi, bagaimana jika itu terjadi di negeri Prancis, yang terkenal sekuler dan marak dengan perilaku Islamophobia? Tentu akan jadi pemandangan yang menarik. Begitu banyaknya non Muslim yang berpindah agama menjadi Islam di sana, sampai-sampai masjid ini pun mendapat julukan “Masjid Muallaf”.

 

Sahaba, nama masjid itu. Setiap tahunnya, setidaknya ada 150 muallaf Prancis yang “dilahirkannya”. Berlokasi di kota Creteil, Prancis, rupa bangunannya besar dan indah. Berhiaskan mozaik, Sahaba yang bercat putih itu juga dilengkapi dengan menara. Masjid yang selalu dipadati jamaah pada hari Jumat ini dibangun pada tahun 2008.

 

Tidak hanya sebagai tempat untuk mengikrarkan diri sebagai Muslim, Sahaba juga berfungsi sebagai tempat perlindungan. Pasca kepindahan agama, pastinya tidak mudah untuk berhubungan sosial sebagaimana sebelumnya—mengingat Islam masihlah agama minoritas di negeri ini. Ditambah lagi dengan isu terorisme yang selalu dikaitkan dengan agama ini, maka Sahaba, sesuai dengan namanya, akan menjadi sahabat bagi para muallaf itu.

 

Situasi yang kurang kondusif di Prancis membuat kondisi Sahaba seperti “surga” bagi para muallaf. Di sana mereka bisa berkumpul, beraktivitas bersama, dan saling silaturahim antar sesama. Yang amat patut disyukuri, jumlah muallaf ini kian banyak dan menjadi fenomena sosial.

 

“Konversi ke Islam,” ucap Charlie-Loup, seorang pemuda Prancis yang menjadi Muslim di usia 19 tahun, “telah menjadi fenomena sosial disini.”

 

Bernard Godard, yang bekerja sebagai Pengurus Isu Beragama di Kementerian Dalam Negeri Prancis, turut membenarkan testimoni Charlie dengan mengatakan peningkatan jumlah muallaf ini terjadi secara umum. Pasca tragedi WTC pun jumlahnya terus bertambah.

 

“Fenomena konversi terjadi secara signifikan dan mengesankan terutama sejak tahun 2000,” tukas Godard.

 

Menurut Asosiasi Muslim setempat, kini jumlah muallaf mencapai angka 100 ribu orang. Sedangkan total pemeluk Muslim di Prancis mencapai 6 juta orang, dengan perbandingan 65 juta orang total penduduk Prancis. Tentu ini adalah kabar yang menggembirakan karena, selama 25 tahun terakhir, peningkatan jumlah Muslim di Prancis sampai pada titik dua kali lipat per tahun. [republika.co.id]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

denger
“Berjalanlah dengan penuh percaya diri menuju arah mimpimu. Hiduplah hidup yang telah kau impikan.”

―Henry David Thoreau

mizandotcom MizanMag

Facebook Mizanmag

Find Us: