portal

Mengajak Anda memungut hikmah, membentangkan jembatan, dan mengabarkan kasih sayang.

Satu Menit yang Mencerahkan Bersama Uje

Master   Jumat, 12 Juli 2013, 15:00 WIB

 


 

Dok. Noura Books

MIZANMAG.COM - “Orang-orang baik akan mati, tapi kebaikannya akan hidup selamanya di hati setiap orang,” begitu kata Naqoy, sapaan akrab Nanang Qosim Yusuf, dalam peluncuran buku “Satu Menit yang Mencerahkan: 7 Tempat, 7 Pertemuan, dan 7 Makna Bersama Uje”, Selasa, 9 Juli 2013 di Jakarta.

 

Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi persentuhan Naqoy, penulis buku, dengan almarhum Ustadz Jefry Al-Bucohri, yang lebih dikenal dengan Uje. Rupanya, sejak pertama kali bertemu, Naqoy dan Uje langsung akrab mendiskusikan berbagai hal, terutama tentang dakwah. Sebab, meski Naqoy dan Uje memiliki perbedaan profesi, keduanya memiliki kesamaan inti materi yang ingin disampaikan kepada publik.

 

Naqoy menceritakan tiga dari tujuh pertemuannya dengan Uje. Perkenalan Naqoy dengan Uje sendiri diawali dengan sms dari Uje kepada Naqoy yang disangka Naqoy adalah sms salah alamat. Apa pasal? Sebab di sms tersebut Uje menulis: “Assalamu’alaikum, Kiai…”. Naqoy sempat tak mengindahkan sms tersebut, hingga sms ketiga, barulah Naqoy yakin sms itu untuknya. Sebab di sms tersebut Uje menulis: “Assalamu’alaikum, Kiai Naqoy. Ini Uje Al-Fakir.” Naqoy pun langsung menelepon Uje. Dari sms tersebut bermulalah pertemuan-pertemuan dengan Uje. Ternyata, meski belum mengenal secara langsung, Uje pernah menonton acara televisi di mana Naqoy pernah menjadi narasumber. Ada pernyataan Naqoy yang sangat berbekas di hati Uje. Saat itu Uje menemukan momen one minute awareness (satu menit yang mencerahkan) dari kalimat yang disampaikan Naqoy di televisi.

 

One minute awareness inilah yang menjadi benang merah dari tujuh pertemuan Naqoy dengan Uje, yang disampaikan di dalam buku yang diterbitkan Noura Books, ini. Tujuh pertemuan yang penuh makna. Sebagai seorang trainer yang pernah memecahkan rekor sebagai pembicara dengan peserta terbanyak di Indoensia, Naqoy memang sudah dikenal dengan konsep “satu menit yang mencerahkan”.

 

Acara peluncuran buku yang diadakan atas kerjasama dengan Griya Yatim Dhuafa dan Blok M Plaza ini dihadiri juga oleh Mustofa Tuwuh, seorang qari internasional. Mustofa sempat melantunkan ayat suci Al-Quran, dengan suaranya yang membuat merinding audiens, sebelum memberi testimoni tentang “satu menit yang mencerahkan”. Selain Mustafa, hadir juga Teddy, salah satu personil grup SNADA.

 

Menjelang penghujung acara, audiens kembali dikejutkan dengan kehadiran Dewi Hughes, yang sebenarnya kebetulan lewat dan melihat Teddy yang merupakan sahabatnya. Mbak Hughes tak keberatan diminta naik ke panggung untuk berbincang sejenak. Meski hanya sebentar, audiens juga mendapatkan satu menit yang mencerahkan dari pengalaman Mbak Hughes, yang pada hari itu menjadi juri Lomba Membaca. Yang menarik, peserta lomba membaca tersebut adalah orang-orang tua yang sebelumnya buta aksara. 

 

Acara ditutup dengan beberapa kesan lain tentang almarhum Uje. Bahwa Uje adalah sosok inspiratif yang pernah mengalami “satu menit yang mencerahkan” dalam hidupnya. Momen one minute awareness yang dialami Uje membangkitkan kesadarannya untuk tobat, meninggalkan masa kelam yang pernah dialami, hingga akhirnya menjadi dai dan wafat di usia muda. Tak ayal, bahkan kematian Uje pun banyak melahirkan “satu menit yang mencerahkan” bagi orang lain. [Promosi Noura Books]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

denger
“Berjalanlah dengan penuh percaya diri menuju arah mimpimu. Hiduplah hidup yang telah kau impikan.”

―Henry David Thoreau

mizandotcom MizanMag

Facebook Mizanmag

Find Us: